Diberdayakan oleh Blogger.

SMK Muhammadiyah Ciptakan Pengaman Motor yang Buat Maling Tak Berkutik

LASEM – cbfmrembabg.com, Siswa SMK Muhammadiyah Lasem, Kabupaten Rembang, berhasil menciptakan Alat anti maling sepeda motor menggunakan Hp android. Alat ini diklaim pertama kali ada di Indonesia buatan anak SMK yang mampu mengatasi maraknya aksi pencurian sepeda motor dengan sistem pengamanan yang berbeda dari yang sudah ada sebelumnya.
Alat anti maling sepeda motor menggunakan Hp android ini adalah karya siswa kelas XI dan XII. Mereka merupakan siswa dari jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) SMK Muhammadiyah Lasem.
Ketua Program Keahlihan teknik instalasi tenaga listrik (TITL) SMK Muhammadiyah Lasem, Ahmad Yasin mengatakan awal muncul ide pembuatan alat ini berawal dari diskusi oleh sejumlah siswa. Melihat perkembangan jaman yang serba menggunakan Hp android mereka mencoba untuk membuat alat anti maling untuk sepeda motor.
Sistem kerjanya cukup unik, kenda
raan yang terpasang alat anti maling ini harus berada pada posisi gigi masuk satu saat motor dalam keadaan mati. Sehingga saat alat anti maling diaktifkan, motor yang hendak dicuri tidak bisa distarter.
“Ketika motor pengamannya kita aktifkan, ketika dicuri dan distarter bisa nyala, begitu persneleng dimasukkan gigi 1 maka mesin akan otomatis mati. Selain itu juga bisa digunakan untuk menstarter motor juga,” terangnya saat dihubungi Rabu (12/6/2019).
Yasin mengaku dalam membuat rangkaian ini, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 350 ribu untuk satu alat anti maling. Alat buatan siswanya ini memanfaatkan aplikasi Bluetooth untuk mengaktifkan alat anti maling dari jarak jauh dan batrai tambahan untuk sumber listrik agar tidak tergantung pada Aki yang kedepannya dapat membuat Aki motor jadi tekor.
“Jadi intinya kayak ada powerbanknya, jadi tidak murni membutuhkan listrik dari sumber Aki sepeda motor. Pernah saya uji coba langsung menggunakan sumber Aki itu cuma bertahan satu hari. Untuk hari berikutnya sudah tidak kuat, maka saya buat sumbernya kayak powerbank untuk menjadi sumber listrik backupnya,” jelas Yasin.
Untuk membuat alat ini, tambah Yasin, dalam sehari bisa jadi. Bahkan saat ini, dangan harga jual Rp 500 ribu per alat, sejumlah teman, guru maupun lainnya telah memesan untuk dibuatkan pengaman sepeda motornya.
Untuk diketahui, pada tahun 2019 ini SMK Muhammadiyah Lasem memberikan netbook untuk para siswa baru semua jurusan. Diharapkan dengan fasilitas gratis itu para siswa dapat berkreasi dan berinovasi untuk menciptakan alat-alat baru yang bermanfaat untuk kepentingan warga khususnya masyarakat Rembang. ( Rendi / Mifta )